Hot News
. : Komodo berada diurutan ke-6
Pekan lalu Komodo berhasil menembus urutan ke-6 dalam pemilihan 7 keajaiban dunia. Komodo m...
May 28, 2010, Written By deddy firdaus

. : Konservasi "Curik Bali" Perlu Diintensifkan
Semiloka itu diadakan atas kerja sama sejumlah pemangku kepentingan diantaranya dari LIPI, ...
Nov 18, 2009, Written By habibi nur muhamad

. : Hewan peliharaan yang setengah serigala
Move over Rover - "hybrid wolf" keturunan dari hewan liar menggusur anjing domestik sebagai...
Nov 17, 2009, Written By habibi nur muhamad

 
untuk mendapatkan kemudahan dalam mengakses feature kami, silahkan mendaftarkan diri anda
 
Email :
Password :
Invisible Mode
Lupa password ? klik disini
 
 
 
Untitled Document
 
NEWS
 
ARTIKEL
 
TIPS
 

News
. : Komodo berada diurutan ke-6
. : Konservasi "Curik Bali" Perlu Diintensifkan
. : Hewan peliharaan yang setengah serigala
. : Antisipasi Munculnya Flu Babi di Indonesia
. : “Penghilangan Nyeri Ditinjau Dari Konsep Analgesik dan Anestesi”
. : EKSTRAK KASAR DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Escherichia coli PENY
. : RPH di Bali Senilai Rp16 Miliar Mulai Beroperasi
. : Ular terkecil di dunia
. : Studi Satwa Liar Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) Banyuwangi
. : Denny Kurniawan Terima Penghargaan dari Putri Anne
 
 

. : Konservasi "Curik Bali" Perlu Diintensifkan
Nov 18, 2009
Written By habibi nur muhamad

Kuta - Upaya komunikasi antara dua pemerintah kabupaten (Pemkab) yakni Buleleng dan Jembrana di Provinsi Bali dalam kegiatan konservasi burung Jalak Bali atau populer dengan "Curik Bali" ((Leucopsar rothschildi) perlu diintensifkan.

Komunikasi tersebut penting untuk lebih meningkat gerakan besar memulihkan populasi satwa endemik itu," kata Made Sri Prana, Ketua Umum Pelestari Burung Indonesia (PBI) kepada ANTARA di Kuta, Bali, Selasa (17/11).

Kabupaten Bulelang dan Jembrana, adalah dua daerah yang wilayahnya masuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), sebagai habitat asli "Curik Bali".

"Jadi, memang para pemangku kepentingan lah yang perlu lebih mengintensifkan komunikasi dan sosialisasi dengan kedua Pemkab, sehingga jalinan kerja sama multipihak untuk segera mengembalikan tingkat kritis `Curik Bali` menjadi lestari seperti sebelumnya," katanya.

Made Sri Prana mengemukakan hal itu usai pembukaan semiloka bertema "International Workshop on Improving Management System of Bali Mynah: Reintroduction Program in Bali Barat National Park" yang dibuka Asisten I Pemprov Bali Sunendra mewakili Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. 

Semiloka itu diadakan atas kerja sama sejumlah pemangku kepentingan diantaranya dari LIPI, LSM, Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI), Asosiasi Pelestari Curik Bali (APCB) dan lembaga asing seperti, JICA, "Yokohama Research Center", Jepang, dengan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan (Dephut). 

Ketika memberikan sambutan pembukaan kegiatan itu, Ketua APCB Tony Sumampau sempat melontarkan pernyataan bahwa meskipun populasi "Curik Bali" di habitatnya TNBB telah menunjukkan peningkatan yang mengembirakan, tapi tantangan dan permasalahan yang dihadapi makin kompleks yakni, pemulihan habitat masih belum tersentuh. 

Di antara faktor penyebabnya adalah kurangnya peran serta dan dukungan Pemkab Buleleng dan Jembrana akan pelestarian "Curik Bali", sehingga kondisi itu merupakan tantangan bagi semua pemangku kepentingan untuk memperbaikinya. 

"Hal ini akan menjadikan bahan untuk Kita bahas bersama dan dicarikan solusi atau jalan keluarnya selama dua hari (17-18/11) ke depan pada semiloka ini," kata Tony Sumampau, yang juga Koordinator Umum FOKSI, wadah berhimpunnya berbagai elemen pers yang peduli pada persoalan konservasi satwa liar. 

Menurut Made Sri Prana, dari kondisi yang disampaikan Ketua APCB tersebut, maka kata kunci upaya bersama yang mau tak mau harus dilakukan adalah memperbaiki dan mengintensifkan pola komunikasi dengan kedua pimpinan di Pemkab Buleleng dan Jembrana. 

Diakuinya bahwa untuk Pemkab Buleleng sudah mengalami peningkatan keperansertaan dalam upaya konservasi itu, sehingga dengan Pemkab Buleleng perlu segera dilakukan pengintensifan komunikasi. 

"Karena bagaimanapun juga luas wilayah habitat asli `Curik Bali` di TNBB itu lebih besar ada di wilayah Pemkab Buleleng," kata Made Sri Prana yang juga dewan penasihat APCB. 

Sementara itu, Asisten I Pemprov Bali Sunendra ketika ditanya mengenai tingkat peran serta Pemkab Buleleng dan Jembrana, melihat bahwa hal itu hanyalah persoalan yang sifatnya urusan fungsional saja. 

"Karena secara fungsional program itu adalah kewenangan pemerintah pusat, maka Pemkab melihatnya seperti itu. Tapi, saya kira hal itu bisa dikomunikasikan," katanya. 

Sedangkan mengenai peran Pemprov, kata dia, karena merupakan wakil pemerintah pusat di daerah, jelas kebijakan dan program upaya konservasi itu didukung penuh. "Kalau Pemrov Bali, jelas akan mengawal dan mendukungnya," katanya. 

Dijadikan Model 

Peneliti Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) Dr Ir Jarwadi Hernowo mengemukakan bahwa bila upaya konservasi "Curik Bali" dinilai berhasil, maka program itu dapat menjadi model konservasi satwa liar lainnya di Indonesia. 

"Sudah ada indikator bahwa pelepasliaran satwa `Curik Bali` cukup berhasil dengan lahirnya anakan baru," katanya dalam diskusi mengenai "Curik Bali" di Cekik, kawasan kantor Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Negara, ibukota Kabupaten Jembrana. 

Jarwadi Hernowo yang sebulan terakhir melakukan penelitian di kawasan Tanjung Gelap, di Kabupaten Buleleng, menemukan data bahwa sekurangnya sudah ada tiga anakan dari pasangan "Curik Bali" hasil pelepasliaran satwa itu sejak tahun 2007. 

Ia mengemukakan, dengan adanya tiga anakan baru tersebut menunjukkan adanya kelahiran baru itu menunjukkan satwa endemik yang sejak tahun 1966 telah dimasukkan IUCN (International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) ke dalam "Red Data Book", yaitu buku yang memuat jenis flora dan fauna yang terancam punah, mengalami pertambahan populasi. 

Dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES ( Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) "Curik" atau Jalak Bali terdaftar dalam Appendix I, yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan.

sumber: erabaru

Artikel
Tips
. : Bagaimana menyikat gigi kucing ?
. : Pentingnya kesehatan gigi untuk kucing
. : budidaya Arwana Merah
. : Tikus putih dibreading ? nggak salah tuh!
. : Pengobatan Tradisional Penyakit Ternak Kambing
. : Pemeriksaan Postmortem pada Karkas
Surat Pembaca
Lowongan
Event
   
 
 
Resensi
Random Member
What's Wrong with My Snake?
publisher admin

Judul Buku        : What's Wrong with My Snake?
Penulis      ...

Aspek Reproduksi pada Pengembangbiakan Anjing
publisher admin

Judul Buku        : Aspek Reproduksi pada Pengembangbiakan Anjing
Penulis   ...

Adi
van_ivan
Ridwan
Imelda
 
     
     
 
 
 
 
Forum Diskusi

Forum Umum
berfungsi sebagai media diskusi untuk masyarakat umum yang berhubungan dengan kesehatan hewan

. :
...
, Written By

Forum Kampus
di fokuskan untuk mahasiswa kedokteran hewan sebagai media diskusi dan sharing

. : info beasiswa S2
bagi teman-teman untuk info beasiswa s2 bisa di posting di sini...
20 Feb 2010, Written By habibi

Forum Dokter Hewan
forum ini di prioritaskan bagi sesama kolega dokter hewan untuk media diskusi dan sharing

. :
...
, Written By

 
 
 
Hewan Sakit Indonesian Veterinary - Peduli Kesejahteraan Hewan